Factors Related to the Level of Independence of Active Family Planning (FP) Acceptors in North Rarowatu District

  • Heryanti Public Health Study Program, Post Graduate, Halu Oleo University Kendari , Indonesia
  • Juminten Saimin Public Health Study Program, Post Graduate, Halu Oleo University Kendari , Indonesia
  • Sartiah Yusran Public Health Study Program, Post Graduate, Halu Oleo University Kendari , Indonesia
Keywords: Independent Family Planning, Knowledge, Husband's Support, Availability of Contraceptives

Abstract

One of the problems faced by the government in the family planning program is the low level of community independence in the national family planning program. In general, the main objectives of the national family planning program are improving the quality of reproductive health, reducing maternal/infant/child mortality rates and controlling reproductive health problems to support the improvement of independent and quality families. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, husband's support, and availability of contraceptives with the level of independence of active family planning acceptors in North Rarowatu District. The type of research used is survey research using a cross sectional study design. The number of samples is 99 respondents. The technique of determining the sample size is by total sampling. Data collection techniques with interview and observation methods. The instrument used in data collection by using a questionnaire. Data analysis using chi square test. The results showed that there was no relationship between knowledge and family planning independence with p value = 0.954> 0.05. There is no relationship between husband's support and family planning independence with p=0.599>0.05. There is no correlation between the availability of contraceptives and the independence of family planning with p value = 0.401>0.05. Conclusion; There is no relationship between knowledge, husband's support, and availability of contraceptives with the level of independence of active family planning acceptors in North Rarowatu District. Suggestion; It is hoped that health workers will be more active in conducting counseling and education activities for family planning participants as well as increasing the availability of contraceptives in order to increase the awareness of acceptors in the Independent Family Planning program voluntarily.

References

. WHO, Maternal Mortality. Geneva: Department of Reproduction and Research World Health Organization, 2014.

. BKKBN, Rencana Strategis BKKBN. Jakarta: BKKBN, 2015.

. A. Dyah and Sujiyatini, Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini. Jogjakarta: Nuha Medika, 2016.

. S. BPS, “Sulawesi Tenggara Dalam Angka,” Kendari, 2020.

. B. PPKB, “Kabupaten Bombana Dalam Angka,” Bombana, 2020.

. Ahmadi, Psikologi Sosial, Revisi. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

. S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

. Ruqaiyah, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kemandirian Ibu Nifas dalam Melakukan Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Di RSKDIA Pertiwi Makassar Tahun 2017,” J. Kesehat. Delima Pelamonia, vol. 1, no. 1, pp. 1–6, 2017.

. Tiramariana, “Hubungan Pengetahuan dan Pendapatan Akseptor dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pil di Puskesmas Lepo-Lepo Kecamatan Baruga Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2011,” Politeknik Kesehatan Kendari, 2011.

. Y. Ernawati and S. Salmiyati, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Dengan Tingkat Kemandirian Balita Dalam Toileting,” MIKKI, vol. 7, no. 1, pp. 17–21, 2018.

. W. A. Rahim, S. Rompas, and V. D. Kallo, “Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Luka Pasca Bedah Sectio Caesarea (Sc) Dengan Tingkat Kemandirian Pasien Di Ruang Instalasi Rawat Inap Kebidanan Dan Kandungan Rumah Sakit Bhayangkara Manado,” e-journal Keperawatan, vol. 7, no. 1, pp. 1–7, 2019.

. S. S. T. Hamranani, “Hubungan Pengetahuan Petugas Panti Tentang Tingkat Kemandirian Adl Dengan Pemenuhan Adl Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Wredha Yogyakarta,” Motorik, vol. 8, no. 16, pp. 16–23, 2013.

. Y. Safitri and R. D. Cahyanti, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Motivasi Terhadap Kemandirian Ibu Nifas Dalam Perawatan Diri,” J. Kedokt. Diponegoro, vol. 5, no. 4, pp. 1937–1945, 2016.

. Sahmad, “Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kemandirian Ibu Dalam Merawat Diri Selama Periode Nifas Di RSUD Abunawas Kota Kendari”,” Prev. J., vol. 2, no. 2, pp. 70–74, 2018.

. Sitopu, “Hubungan Pengetahuan Akseptor Keluarga Berencana dengan Penggunaan Alat Kontrasepsidi Puskesmas Helvetia Medan,” Universitas Darma Agung Medan, 2012.

. A. Rifai, “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Puskesmas Bahu Kabupaten Gorontalo,” 2013.

. A. Dwi, “Tingkat Partisipasi Laki-Laki Pasangan Usia Subur Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Pria Di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta,” E-Societas, vol. 7, no. 8, pp. 12–19, 2012.

. M. Hastuty and Afiah, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Akseptor Kb Terhadap Pemilihan Mkjp Di Wilatah Kerja Puskesmas Tambang,” Dopler, vol. 2, no. 2, pp. 1–12, 2018.

. S. Syahda and Mazdarianti, “Hubungan dukungan keluarga terhadap kemandirian anak retardasi mental di SDLB Bangkinang Tahun 2016,” J. Basicedu, vol. 2, no. 1, pp. 43–48, 2018.

. E. Kurnia, “Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Activity Of Daily Living Pascastroke,” J. Berk. Epidemiol., vol. 4, no. 2, pp. 213–224, 2016.

. D. Mayasari, M. Imanto, and I. F. Ningtiyas, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kemandirian dalam Activity Daily Living pada Pasien Pasca Stroke di Poliklinik Syaraf RSUD Dr. H. Abdul,” Agromedicine, vol. 6, no. 2, pp. 277–282, 2019.

. I. Sampelan, R. Kundre, and J. Lolong, “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Di Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara,” e-journal Keperawatan, vol. 3, no. 2, pp. 1–7, 2015.

. A. J. Tatali, M. E. Katuuk, and R. Kundre, “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Pasien Pasca Stroke Di Poliklinik Neurologi Rsu Gmim Pancaran Kasih Manado,” e-journal Keperawatan, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2018.

. M. F. Satrianegara, Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Teori dan Aplikasi dalam Pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit. Jakarta: Salemba Medika, 2014.

. Amalia, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Memilih alat kontrasepsi,” Univ negri Gorontalo, 2015.

. BKKBN, Petunjuk Pelaksanaan Program KB. Jakarta: Sekretariat BKKBN, 2014.

. S. Qomariah, W. Sartika, and Nurmaliza, “Hubungan Antara Ketersediaan Alat Kontrasepsi Dengan Penggunaan KB Suntik,” J. Ilm. Kebidanan, vol. 7, no. 1, pp. 25–30, 2020.

. M. I. Irwan Rizali Muhammad and A. U. Salmah, “Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Suntik Di Kelurahan Mattoangin Kecamatan Mariso Kota Makassar,” Universitas Hasanuddin, 2013.

Published
2021-07-12
Section
Articles