Factors Associated with the Unmet Need for Family Planning in Couples of Childbearing Age in Masaloka Raya District, Bombana Regency

  • Herlina Public Health Study Program, Post Graduate University of Halu Oleo Kendari, Indonesia
  • I Made Christian Binekada Public Health Study Program, Post Graduate University of Halu Oleo Kendari, Indonesia
  • Ramadhan Tosepu Public Health Study Program, Post Graduate University of Halu Oleo Kendari, Indonesia
Keywords: Unmeet Need, Income, The role of FPFO, Availability of Contraceptives

Abstract

Unmet need for family planning (FP) is defined as a group of people whose contraceptive needs have not been met, including all men or women of childbearing age who are married or living together who are considered sexually active and do not use contraceptive methods, both those who do not want to have more children or who are postponing next birth. The purpose of the study was to determine the relationship between income, the role of Family Planning Field Officers (FPFO), and the availability of contraceptives with the incidence of unmet need for family planning in Masaloka Raya District, Bombana Regency. The type of research used is survey research using a cross sectional study design. The number of samples is 79 respondents. The technique of determining the sample size is by purposive proportional random sampling. Data collection techniques with interview and observation methods. The instrument used in data collection by using a questionnaire. Data analysis using chi square test. The results showed that there was no relationship between income and the incidence of unmet need for family planning with p value = 0.211> 0.05. There is no relationship between the role of FPFO and the incidence of unmet need for family planning with p value = 0.135> 0.05. There is a relationship between the availability of contaceptives and the incidence of unmet need for family planning with p value = 0.039> 0.05. Conclusion; There is no relationship between income, the role of FPFO with the incidence of unmet need for family planning and there is a relationship between the availability of contraceptives and the incidence of unmet need for family planning. Suggestion; It is hoped that the community will increase income, increase the role of officers to be more active in conducting socialization, counseling and education activities to the community and increase the availability of contraceptives in family planning service units.

References

. Rismawati and Sariestya., “Unmet Need: Tantangan Program Keluarga Berencana dalam Menghadapi Ledakan Penduduk Tahun 2030,” J. Mhs. Magister Kebidanan Fak. Kedokt. UNPAD Bandung, vol. 3, no. 2, pp. 10–17, 2014.

. Alkema, Chou, Hogan, Zhang, Moller, and Gemmill, “Global, regional,and national levels and trends in maternal mortality between 1990 and 2015, with scenariobased projections to 2030: a systematic analysis by the UN Maternal Mortality Estimation Inter-Agency Group.Lancet,” 2016.

. BPS, “Indoensia Dalam Angka,” Jakrta, 2015.

. Septianingrum, Wardani, and Kartini, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingginya Akseptor KB Suntik 3 Bulan,” J. Ners dan Kebidanan, vol. 5, no. 1, pp. 15–19, 2018.

. Mujiati, Budijanto, and Khairani, “Situasi Keluarga Berencana di Indonesia,” Bul. Jendela Data dan Inf. Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 1–12, 2013.

. Khatulistiwa, “Determinan unmet need KB pada wanita menikah di Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso,” http://www.gajahmada.ac.id, vol. 2, no. 2, pp. 14–22, 2014.

. Yarsih, “Hubungan Sosiodemografi, Sikap dan Dukungan Suami dengan Unmet Need Keluarga Berencana di Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang,” Universitas Sumatera Utara, 2014.

. BKKBN, Rencana Rancangan Strategis BKKBN 2020 – 2024. Jakarta: BKKBN, 2020.

. Wakhidah, Cahyo, and Indraswari, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Antenatal Care pada Remaja dengan Kehamilan Tidak Diinginkan (Study di Wilayah UPT Puskesmas Ponjong 1 Kabupaten Gunungkidul),” J. Kesehat. Masy., vol. 5, no. 5, pp. 958–968, 2017.

. Ratnaningsih, “Analisis Dampak Unmet Need Keluarga Berencana Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang,” Kebidanan, vol. 7, no. 2, pp. 61–68, 2018.

. BKKBN, Pemantauan Pasangan Usia Subur Melalui Mini Survei Indonesia. Jakarta: BKKBN, 2016.

. A. Huda, “Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Unmet Need KB Di Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara,” Kebidanan, vol. 5, no. 6, p. 3, 2016.

. L. Hartini, “Pengetahuan Dan Pendapatan Akseptor KB Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit,” Kesmas Asclepius, vol. 2, no. 1, pp. 54–63, 2020.

. S. Herlina, S. Qomariah, and W. Sartika, “Dukungan Suami Dan Pendapatan Suami Terhadap Penggunaan Kb Suntik 1 Bulan Di BPM Murtina Wita Pekanbaru,” in Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Ke-III (SNHRP-III 2021), 2021, pp. 43–49.

. I. A. Nita, Dharminto, F. Agushybana, and Y. Dharmawan, “Hubungan Sosial Ekonomi Akseptor KB Dan Ada Tidaknya Tokoh Panutan Dengan Penggunaan IUD,” J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 4, pp. 114–124, 2018.

. Komsari, A. Supyan, and T. Hartiningsih, “Hubungan Antara Pendapatan Keluarga Dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur Di Desa Lengkong Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan,” J. Ilmu-Ilmu Kesehat. Bhakti Husada Kuningan, vol. 1, no. 1, pp. 17–24, 2012.

. N. G. A. P. Nuryati and I. G. W. M. Yasa, “Peran Masa Ber KB Dalam Memediasi Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Dan Demografi Terhadap Jumlah Anak Pada Pasangan Usia Subur Di Kabupaten Badung,” E-Jurnal Ekon. dan Bisnis Univ. Udayana, vol. 4, no. 10, pp. 683–702, 2015.

. D. Yolanda and N. Destri, “Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Kejadian Unmet Need KB Pada Pasangan Usia Subur Di Kelurahan Campago Ipuah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukit tinggi Tahun 2018,” Menara Ilmu, vol. 8, no. 3, pp. 10–15, 2019.

. R. Utami and N. Nasution, “Unmet Need Keluarga Berencana Di Provinsi Kepulauan Riau Berdasarkan Data SDKI 2017,” Kebidanan2, vol. 3, no. 1, pp. 85–91, 2020.

. K. Uljanah, S. Winarni, and A. Mawarni, “Hubungan Faktor Risiko Kejadian Unmet Need KB Di Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Triwulan III tahun 2016,” J. Kesehat. Masy., vol. 4, no. 4, pp. 204–212, 2016.

. Usman and Lisdyanti, “Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Unmet NeedKB Pasangan Usia Subur terhadap Kehamilan yang Tidak Diinginkan,” Universitas Hasanuddin, 2013.

. M. Azzahra, A. Fitriangga, and Darmanelly, “Determinan Unmet Need KB pada Wanita Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Sehat Kota Pontianak,” J. Cerebellum, vol. 4, no. 1, pp. 971–985, 2018.

. H. C. Ningrum and N. A. Tianingrum, “Peran Petugas Kesehatan Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Pada Pekerja Tempat Hiburan Malam Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru Samarinda,” Borneo Student Res., vol. 1, no. 2, pp. 914–919, 2020.

. Junita, “Faktor-faktor yang mempengaruhi Pemakaian Alat Kontrasepsi pada Istri PUS di Kecamatan Rambah Jamo, Kabupaten Rokan Hulu tahun 2009,” Universitas Sumatra Utara, 2009.

. R. Pitrian, “Hubungan Pendidikan, Pengetahuan dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Muara Fajar Pekanbaru,” J. Kesehat. Komunitas, vol. 3, no. 1, pp. 25–28, 2016.

. N. B. Dewi Febrina Paramita, Thohirun, “Hubungan antara Otonomi Perempuan dan Persepsi terhadap Pelayanan Konseling KB dengan Unmet Need KB pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember,” e-Jurnal Pustaka Kesehat., vol. 5, no. 2, pp. 214–222, 2017.

. T. Sundari and P. F. Wiyoko, “Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi di Puskesmas Samarinda Kota,” Borneo Student Res., vol. 2, no. 1, pp. 221–227, 2020.

. L. Mertasari, N. K. Sulyastini, and L. N. Armini, “Pendampingan PLKB Dalam Upaya Menurunkan Unmet Need KB Melalui Konseling Kelompok Di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng,” in Prosiding SENADIMAS ke -4, 2019, pp. 204–210.

. K. K. Zia, “Huubungan Tingkat Pendidikan, Tempat Tinggal Dan Informasi Petugas,” 2019.

. E. Setyowati, Arsiyah, and A. R. U. Balahmar, “Peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana Dan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa Dalam Mensosialisasikan Alat Kontrasepsi (Studi Di Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo),” JKMP, vol. 4, no. 2, pp. 117–234, 2016.

. R. Presiden, Undang-Undang Republik Indonesia No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Indonesia: Sekretariat Negara RI, 2009.

. A. Huda, “Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Unmet Need KB Di Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara.,” 2016.

. N. Huda and H. Muhammad, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja,” J. Gizi Klin. Indones., vol. 5, no. 3, pp. 179–190, 2015.

. Wahyu and Kartika, “Faktor yang Mempengaruhi Unmet Need Keluarga Berencana,” J. Biometrika dan Kependud., vol. 4, no. 1, pp. 70–75, 2015.

. S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.

Published
2021-07-27
Section
Articles